Material genetik ini, adalah yang tertua yang pernah ditemukan sepanjang sejarah manusia, terdapat di dalam garam. Diperkirakan penemuan bakteri ini adalah nenek moyang bakteri yang mungkin telah ada di antara bentuk kehidupan pertama di Bumi.
Ilmuwan juga telah memperbaiki material genetika dari lembah Michigan, area yang sama di mana penemuan bakteri ini ditemukan. Tetapi anehnya DNA ini sama dengan mikroba modern namun ilmuwan percaya sampel DNA ini sekarang telah bertransformasi dengan kondisi perubahan kondisi alam jutaan tahun.
Sebuah tim peneliti dipimpin oleh Jong Soo Park dari Universitas Dalhousie di Halifax Kanada telah menemukan enam segmen DNA identik yang belum pernah dilihat manusia sebelumnya. Hasil kerja mereka dipublikasikan di dalam jurnal Geobiologi pada bulan Desember 2009.
“Kami pergi ke lembah dan mengkoleksi kandungan DNA dari semua jenis bakteri dan membandingkan mereka dengan apa yang kami miliki sebelumnya,” ujar Russel Vreeland dari Universitas West Chester Pennsylvania. “Tetapi kemudian kami menemukan enam DNA bakteri yang sangat unik.”
Tim tersebut juga menemukan asal muasal keluarga bakteri penyuka garam, yakni sebuah bakteri yang dapat menuntun ke arah nenek moyang kehidupan pada masa sangat awal.
Perwakilan pertama dari DNA bakteri yang ditemukan ini, Hallobacterium Salinarum, ditemukan hidup bersembunyi dalam kandungan garam di tubuh banteng tahun 1930.
Ilmuwan awalnya memperkirakan itu adalah spesies modern, tetapi ternyata punya hubungan dengan serangga yang hidup antara 121 dan 419 juta tahun lalu.
Vreeland juga melacak kulit asli banteng tersebut dan menemukan bahwa garam tersebut berasal dari tambang di Saskatchewan.
Batu di dalam pertambangan terbentuk ketika laut mengering sekitar 300 juta tahun lalu dan Vreeland menyangka bahwa bakteri H Salinarum menghabiskan seluruh hidupnya di dalam kristal garam mini yang tak mudah terurai, menunggu saat yang tepat untuk muncul.
"Ada bukti bahwa organisme ini entah bagaimana bisa bertahan hidup selama waktu yang luar biasa. Dan kemudian berkembang kembali di planet bumi dalam air asin laut setiap kali kondisi memungkinkan,” kata Melanie Mormile dari Universitas Sains dan Teknologi Missouri
Minggu, 25 April 2010
Sabtu, 24 April 2010
Universitas usrabaya kampus hijau(Hubble Potret Pohon Natal Ruang Angkasa)
Teleskop luar angkasa Hubble berhasil menangkap pemandangan menarik pada saat musim liburan Natal ini, dan beberapa mengatakan foto gugusan bintang yang terekam mirip rangkaian lingkaran bunga, pohon Natal atau Sinterklas.
Observarium itu meneliti sekumpulan bintang muda yang disebut R136, yang umurnya hanya beberapa juta tahun dan berada di 30 Nebula Doradus, sebagai bagian satelit di galaksi Milky Way, yang disebut Awan Magellan Besar.
Dalam hasil foto tersebut, ratusan bintang biru bercahaya di kelilingi oleh cincin gas panas, memancarkan debu awan berwarna oranye. Jepretan berwarna-warni membentuk karangan bunga raksasa dahan pinus, penuh dengan perhiasan berkilau. Karena terletak di tengah kegelapan sehingga bayangan tersebut menghasilkan siluet pohon Natal.
Jika diputar 90 derajat arah jarum jam, gambar tersebut secara tiba-tiba membuat tampilan wajah dan jenggot Santa Klaus.
Tidak ada yang tahu apakah pemandangan surga ini terkait dengan musim yang sedang terjadi di bumi, tetapi bagi ilmuwan memberikan pelajaran yang berharga.
Gambar ini diambil dengan sinar ultraviolet, terlihat dengan jelas dalam cahaya merah oleh kamera raksasa Hubble 3 dan mampu menjangkau sejauh 100 tahun cahaya. Satu tahun cahaya adalah jarak cahaya menempuh 6 triliun mil (10 triliun km) dalam satu tahun.
Banyak sekali bintang muda yang sangat terang di angkasa ternyata berukuran besar, dengan perkiraan 100 kali lebih besar daripada matahari. Bintang muda yang sangat kuat mengeluarkan cahaya ultraviolet dan memancarkan partikel energi yang disebut angin bintang, yang mengukir banyak rongga di awan gas hidrogen.
Dan sebagai hukum alam, kelahiran dan kematian adalah hal yang wajar. Ketika angin membentur dinding gas, mereka menyebabkan guncangan, yang akan memicu kelahiran bintang baru. Sementara bintang progenitor raksasa adalah yang paling pendek umurnya, meledak di angkasa dalam bentuk supernova layaknya percikan kembang api
Observarium itu meneliti sekumpulan bintang muda yang disebut R136, yang umurnya hanya beberapa juta tahun dan berada di 30 Nebula Doradus, sebagai bagian satelit di galaksi Milky Way, yang disebut Awan Magellan Besar.
Dalam hasil foto tersebut, ratusan bintang biru bercahaya di kelilingi oleh cincin gas panas, memancarkan debu awan berwarna oranye. Jepretan berwarna-warni membentuk karangan bunga raksasa dahan pinus, penuh dengan perhiasan berkilau. Karena terletak di tengah kegelapan sehingga bayangan tersebut menghasilkan siluet pohon Natal.
Jika diputar 90 derajat arah jarum jam, gambar tersebut secara tiba-tiba membuat tampilan wajah dan jenggot Santa Klaus.
Tidak ada yang tahu apakah pemandangan surga ini terkait dengan musim yang sedang terjadi di bumi, tetapi bagi ilmuwan memberikan pelajaran yang berharga.
Gambar ini diambil dengan sinar ultraviolet, terlihat dengan jelas dalam cahaya merah oleh kamera raksasa Hubble 3 dan mampu menjangkau sejauh 100 tahun cahaya. Satu tahun cahaya adalah jarak cahaya menempuh 6 triliun mil (10 triliun km) dalam satu tahun.
Banyak sekali bintang muda yang sangat terang di angkasa ternyata berukuran besar, dengan perkiraan 100 kali lebih besar daripada matahari. Bintang muda yang sangat kuat mengeluarkan cahaya ultraviolet dan memancarkan partikel energi yang disebut angin bintang, yang mengukir banyak rongga di awan gas hidrogen.
Dan sebagai hukum alam, kelahiran dan kematian adalah hal yang wajar. Ketika angin membentur dinding gas, mereka menyebabkan guncangan, yang akan memicu kelahiran bintang baru. Sementara bintang progenitor raksasa adalah yang paling pendek umurnya, meledak di angkasa dalam bentuk supernova layaknya percikan kembang api
Universitas surabaya kampus hijau(Kapsul Lindungi Manusia dari Kiamat)
Penemu dari Rusia telah berhasil menciptakan kapsul baru yang dapat melindungi setiap orang dari setiap bencana, termasuk lava dan tsunami.
Sebuah meteor raksasa bisa membelah angkasa, berjatuhan ke bumi dan membuat California terpisah secara geografis dari daratan benua Amerika sebelum tenggelam ke laut Pasifik.
Itu adalah skenario hari akhir yang yang ada di film 2012, namun bagi beberapa orang film tersebut bukan sekadar sains fiksi Hollywood.
Insinyur dan Penemu Ecgeny Ubiyko mempunyai jawaban praktis atas kemungkinan datangnya bencana semacam itu.
“Ini bukanlah hanya fantasi. Ini adalah fisika, kimia dan matematika. Jadi 2012 adalah gambaran bencana sejak beberapa tahun lalu. Dan ini adalah jawaban apa yang harus dilakukan,” ujarnya.
Bencana yang dibicarakan adalah semacam tsunami, yang oleh bangsa Maya diprediksi akan memicu akhir kehidupan di bumi, hanya dalam jangka waktu tiga tahun dari sekarang.
Dan untuk apa yang harus dilakukan, Evgeny menyarankan masuk menyelamatkan diri ke dalam sebuah kapsul ciptaannya, dinamakan 2012.
Dia menunjukkan prototipenya. Menurut Evgeny, sekali diproduksi dengan biaya US$92 ribu atau setara dengan Rp 883 juta, muat diisi oleh 4 orang dan akan sulit dihancurkan.
Mereka harus bertahan hidup dalam bencana alam besar, serangan teroris dan bahkan efek dari akhir dunia untuk sekitar 40 hari sementara di kapsul.
"Ini adalah alat pelindung anti peluru," katanya. "2012 tidak dapat dihancurkan oleh bahan peledak atau terbakar habis. Tidak ada yang dapat terjadi untuk itu, " tambahnya.
Ada model alat pelindung serupa di Amerika Serikat, namun penemu Rusia ini mengatakan bahwa alat buatannya versi yang lebih maju, yakni dapat bertahan di kedalaman laut dan aliran lava.
Meskipun, untuk beberapa yang skeptis dengan prediksi bangsa Maya dan pemanasan global, Evgeny dan alatnya sebagai simbol perangkat monetisasi keuntungan dari ketakutan orang banyak.
“Masyarakat Eropa yang mengambil keuntungan dari teori bencana ekologis pada tahun 1970 memutuskan untuk memperbaharui pendapatan mereka di tahun 1990 dengan menciptakan konsep pemanasan global yang dalam opini mereka, akan menyebabkan bencana hebat,” ujar Ahli Masa Depan atau Futuris Sergey
Sebuah meteor raksasa bisa membelah angkasa, berjatuhan ke bumi dan membuat California terpisah secara geografis dari daratan benua Amerika sebelum tenggelam ke laut Pasifik.
Itu adalah skenario hari akhir yang yang ada di film 2012, namun bagi beberapa orang film tersebut bukan sekadar sains fiksi Hollywood.
Insinyur dan Penemu Ecgeny Ubiyko mempunyai jawaban praktis atas kemungkinan datangnya bencana semacam itu.
“Ini bukanlah hanya fantasi. Ini adalah fisika, kimia dan matematika. Jadi 2012 adalah gambaran bencana sejak beberapa tahun lalu. Dan ini adalah jawaban apa yang harus dilakukan,” ujarnya.
Bencana yang dibicarakan adalah semacam tsunami, yang oleh bangsa Maya diprediksi akan memicu akhir kehidupan di bumi, hanya dalam jangka waktu tiga tahun dari sekarang.
Dan untuk apa yang harus dilakukan, Evgeny menyarankan masuk menyelamatkan diri ke dalam sebuah kapsul ciptaannya, dinamakan 2012.
Dia menunjukkan prototipenya. Menurut Evgeny, sekali diproduksi dengan biaya US$92 ribu atau setara dengan Rp 883 juta, muat diisi oleh 4 orang dan akan sulit dihancurkan.
Mereka harus bertahan hidup dalam bencana alam besar, serangan teroris dan bahkan efek dari akhir dunia untuk sekitar 40 hari sementara di kapsul.
"Ini adalah alat pelindung anti peluru," katanya. "2012 tidak dapat dihancurkan oleh bahan peledak atau terbakar habis. Tidak ada yang dapat terjadi untuk itu, " tambahnya.
Ada model alat pelindung serupa di Amerika Serikat, namun penemu Rusia ini mengatakan bahwa alat buatannya versi yang lebih maju, yakni dapat bertahan di kedalaman laut dan aliran lava.
Meskipun, untuk beberapa yang skeptis dengan prediksi bangsa Maya dan pemanasan global, Evgeny dan alatnya sebagai simbol perangkat monetisasi keuntungan dari ketakutan orang banyak.
“Masyarakat Eropa yang mengambil keuntungan dari teori bencana ekologis pada tahun 1970 memutuskan untuk memperbaharui pendapatan mereka di tahun 1990 dengan menciptakan konsep pemanasan global yang dalam opini mereka, akan menyebabkan bencana hebat,” ujar Ahli Masa Depan atau Futuris Sergey
UNIVERSITAS SURABAYA KAMPUS HIJAU(ufo-bentuk-piramida-muncul-di-rusia)
Obyek tersebut disetarakan dengan sebuah pesawat yang disebut Imperial Cruiser di film Star Wars. Saksi mata memperkirakan panjang pesawat tersebut bisa mencapai lebih dari satu mil atau setara dengan 1,6 km.
Dua buah video yang menunjukkan obyek rekaman jejak UFO tersebut ditayangkan oleh salah satu channel berita televisi Rusia.
Rekaman tersebut, satu diambil pada malam hari di sebuah mobil dan satu lagi siang hari. Kedua klip film tersebut dibuat oleh amatir.
Benda langit tersebut dikatakan berkeliling selama berjam-jam di atas Red Square di ibu kota Rusia.
Klip yang dinamakan invasi tersebut, menjadi pencarian paling banyak di YouTube di negara itu.
Keterangan mengenai ukuran akurat benda langit tersebut tidak bisa dikonfirmasi. Laporan pemerintah Rusia mengatakan bahwa itu adalah UFO, tetapi pihak kepolisian tidak mau memberikan komentar.
Analis UFO di Departemen Pertahanan Inggris Nick Pope mengatakan bahwa itu adalah salah satu klip UFO paling luar biasa yang dia pernah saksikan.
“Pada mulanya saya berpikir ini adalah refleksi cahaya tetapi benda tersebut muncul di belakang garis sumber cahaya, berlawanan dengan teori yang ada,” tambahnya.
Juru Bicara jurnal luar angkasa Jane News mengatakan, “kami tidak punya ide mengenai hal tersebu
Dua buah video yang menunjukkan obyek rekaman jejak UFO tersebut ditayangkan oleh salah satu channel berita televisi Rusia.
Rekaman tersebut, satu diambil pada malam hari di sebuah mobil dan satu lagi siang hari. Kedua klip film tersebut dibuat oleh amatir.
Benda langit tersebut dikatakan berkeliling selama berjam-jam di atas Red Square di ibu kota Rusia.
Klip yang dinamakan invasi tersebut, menjadi pencarian paling banyak di YouTube di negara itu.
Keterangan mengenai ukuran akurat benda langit tersebut tidak bisa dikonfirmasi. Laporan pemerintah Rusia mengatakan bahwa itu adalah UFO, tetapi pihak kepolisian tidak mau memberikan komentar.
Analis UFO di Departemen Pertahanan Inggris Nick Pope mengatakan bahwa itu adalah salah satu klip UFO paling luar biasa yang dia pernah saksikan.
“Pada mulanya saya berpikir ini adalah refleksi cahaya tetapi benda tersebut muncul di belakang garis sumber cahaya, berlawanan dengan teori yang ada,” tambahnya.
Juru Bicara jurnal luar angkasa Jane News mengatakan, “kami tidak punya ide mengenai hal tersebu
Universitas surabaya kampua hijau(Ditemukan, Rumah Kerabat Yesus)
Tepat pada waktu menjelang Natal, arkeolog menemukan apa yang mungkin telah menjadi rumah salah seorang kerabat Yesus ketika anak-anak.
Hunian sederhana diperkirakan dari era Yesus hidup dan sebuah areal desa miskin dari sekitar 50 keluarga Yahudi di mana Yesus menghabiskan masa kanak-kanaknya, ditemukan di Nazaret.
Arkeologi menunjukkan betapa bedanya kota itu 2.000 tahun yang lalu. ”Orang-orang Yahudi dari Nazaret menggali gua yang disamarkan untuk bersembunyi dari penjajah Romawi,” kata arkeolog Yardena Alexandre yang juga direktur penggalian di Otoritas Peninggalan Sejarah Israel.
“Namun dusun itu begitu jauh dari jalan yang dibuat dan gua tampaknya tidak diperlukan lagi,” tambahnya.
Didasarkan pada pecahan-pecahan tanah liat dan kapur yang ditemukan di situs, rumah tinggal tersebut tampak dihuni oleh sebuah keluarga Yahudi sederhana.
Alexandre menambahkan, para pekerja memisahkan dengan hati-hati lumpur dengan kapak kecil untuk memperlihatkan dinding batu.
"Ini mungkin menjadi tempat Yesus dan orang-orang di zamannya yang saling mengenal," kata Alexandre.
Seorang Yesus muda mungkin telah bermain di sekitar rumah dengan sepupu dan teman-temannya.
Arkeolog Stephen Pfann, presiden dari Universitas The Holy Land mencatat, "inilah satu-satunya saksi yang kami peroleh dari daerah itu yang menunjukkan kepada kita apa yang terjadi pada dinding dan lantai di Nazaret pada abad pertama."
Kru Alexandre menemukan sisa-sisa tembok, sebuah tempat persembunyian, sebuah halaman dan sistem air untuk mengumpulkan air dari atap dan menyuplai ke dalam rumah.
Penemuan bersejarah itu dimulai ketika pekerja menggali halaman bekas biara hanya beberapa meter dari Basilika.
Belum jelas seberapa besar luas rumah tersebut. Namun tim Alexandre telah menemukan sekitar 900 meter persegi luas rumah, tapi itu mungkin hanya untuk sebuah keluarga dan dapat jauh lebih besar
Hunian sederhana diperkirakan dari era Yesus hidup dan sebuah areal desa miskin dari sekitar 50 keluarga Yahudi di mana Yesus menghabiskan masa kanak-kanaknya, ditemukan di Nazaret.
Arkeologi menunjukkan betapa bedanya kota itu 2.000 tahun yang lalu. ”Orang-orang Yahudi dari Nazaret menggali gua yang disamarkan untuk bersembunyi dari penjajah Romawi,” kata arkeolog Yardena Alexandre yang juga direktur penggalian di Otoritas Peninggalan Sejarah Israel.
“Namun dusun itu begitu jauh dari jalan yang dibuat dan gua tampaknya tidak diperlukan lagi,” tambahnya.
Didasarkan pada pecahan-pecahan tanah liat dan kapur yang ditemukan di situs, rumah tinggal tersebut tampak dihuni oleh sebuah keluarga Yahudi sederhana.
Alexandre menambahkan, para pekerja memisahkan dengan hati-hati lumpur dengan kapak kecil untuk memperlihatkan dinding batu.
"Ini mungkin menjadi tempat Yesus dan orang-orang di zamannya yang saling mengenal," kata Alexandre.
Seorang Yesus muda mungkin telah bermain di sekitar rumah dengan sepupu dan teman-temannya.
Arkeolog Stephen Pfann, presiden dari Universitas The Holy Land mencatat, "inilah satu-satunya saksi yang kami peroleh dari daerah itu yang menunjukkan kepada kita apa yang terjadi pada dinding dan lantai di Nazaret pada abad pertama."
Kru Alexandre menemukan sisa-sisa tembok, sebuah tempat persembunyian, sebuah halaman dan sistem air untuk mengumpulkan air dari atap dan menyuplai ke dalam rumah.
Penemuan bersejarah itu dimulai ketika pekerja menggali halaman bekas biara hanya beberapa meter dari Basilika.
Belum jelas seberapa besar luas rumah tersebut. Namun tim Alexandre telah menemukan sekitar 900 meter persegi luas rumah, tapi itu mungkin hanya untuk sebuah keluarga dan dapat jauh lebih besar
Jumat, 23 April 2010
Universitas surabaya kampus hijau(Awet Muda, Bangsawan Prancis Minum Emas)
Produk kecantikan ajaib sangat popular di kalangan wanita modern, namun benda tersebut bukanlah hal baru.
Istri Raja Perancis abad 16 King Henry II meminum emas dalam rangka mempertahankan kemudaannya, dan secara tidak sengaja telah membunuhnya.
Ketika ahli antropologi Perancis menggali sisa jasad Diane de Poitiers tahun lalu, mereka menemukan sejumlah besar kandungan emas di dalam rambutnya.
Para ahli mengatakan dia berkemungkinan mengkonsumsi cairan emas, yang pada saat itu dipercaya mampu membuat awet muda dan mencegah penyakit.
Bangsawan Perancis percaya emas disarikan dari kekuatan matahari, yang mampu ditransfer kepada orang yang meminumnya. Ahli kimia seringkali berlaku layaknya apoteker dan memberikan resep yang dibuat dari cairan klorida emas dan eter dietil. Hal ini sangat popular di kalangan bangsawan Prancis ketika itu.
Sepertinya Diane de Poitiers terbunuh karena hasratnya untuk terlihat lebih muda. Setidaknya 20 tahun lebih muda daripada suami tercintanya.
Ahli forensik Perancis yang menganalis struktur tulangnya menemukan jejak adanya merkuri, yang biasa digunakan dalam pembuatan unsur emas. Keindahan yang terlihat karena tubuh yang atletis namun diiringi dengan penderitaan rambut yang menipis dan tulang yang rapuh. Hal ini adalah gejala umum penyebaran racun unsur emas yang kronis di dalam tubuh manusia.
Tubuh bangsawan wanita Perancis tersebut ditemukan pada tahun 2008. Setelah kematian Raja, Diane de Poitiers dibuang oleh kalangan bangsawan oleh janda Raja yang bernama Catherine de Medici ke kastil Anet yang diberikan kepada Diane oleh Raja.
Diane meninggal di sana,pada usia 66 tahun di tahun 1556, dan dikuburkan di makam khusus. Meskipun demikian, kuburannya rusak selama Revolusi Perancis.
Ilmuwan Joel Poupon dan Philippe Charlier yang bekerja di rumah sakit di Paris, bekerjasama mengidentifikasi de Poitiers di pekuburan Normandia.
Tulang yang diteliti memiliki bentuk yang atletis. Salah satu tulang kaki memiliki fraktur dan diperkirakan patah ketika bersepeda
Istri Raja Perancis abad 16 King Henry II meminum emas dalam rangka mempertahankan kemudaannya, dan secara tidak sengaja telah membunuhnya.
Ketika ahli antropologi Perancis menggali sisa jasad Diane de Poitiers tahun lalu, mereka menemukan sejumlah besar kandungan emas di dalam rambutnya.
Para ahli mengatakan dia berkemungkinan mengkonsumsi cairan emas, yang pada saat itu dipercaya mampu membuat awet muda dan mencegah penyakit.
Bangsawan Perancis percaya emas disarikan dari kekuatan matahari, yang mampu ditransfer kepada orang yang meminumnya. Ahli kimia seringkali berlaku layaknya apoteker dan memberikan resep yang dibuat dari cairan klorida emas dan eter dietil. Hal ini sangat popular di kalangan bangsawan Prancis ketika itu.
Sepertinya Diane de Poitiers terbunuh karena hasratnya untuk terlihat lebih muda. Setidaknya 20 tahun lebih muda daripada suami tercintanya.
Ahli forensik Perancis yang menganalis struktur tulangnya menemukan jejak adanya merkuri, yang biasa digunakan dalam pembuatan unsur emas. Keindahan yang terlihat karena tubuh yang atletis namun diiringi dengan penderitaan rambut yang menipis dan tulang yang rapuh. Hal ini adalah gejala umum penyebaran racun unsur emas yang kronis di dalam tubuh manusia.
Tubuh bangsawan wanita Perancis tersebut ditemukan pada tahun 2008. Setelah kematian Raja, Diane de Poitiers dibuang oleh kalangan bangsawan oleh janda Raja yang bernama Catherine de Medici ke kastil Anet yang diberikan kepada Diane oleh Raja.
Diane meninggal di sana,pada usia 66 tahun di tahun 1556, dan dikuburkan di makam khusus. Meskipun demikian, kuburannya rusak selama Revolusi Perancis.
Ilmuwan Joel Poupon dan Philippe Charlier yang bekerja di rumah sakit di Paris, bekerjasama mengidentifikasi de Poitiers di pekuburan Normandia.
Tulang yang diteliti memiliki bentuk yang atletis. Salah satu tulang kaki memiliki fraktur dan diperkirakan patah ketika bersepeda
Universitas surabaya kampus hijau(Peraih Nobel Diprotes Sesama Ilmuwan)
Mantan kolega fisikawan Kanada yang baru-baru ini dianugerahi Hadiah Nobel mengatakan Royal Swedish Academy of Sciences telah membuat kesalahan besar.
Willard Boyle dan George Smith mendapat Nobel untuk karyanya di bidang sensor gambar yang merevolusi fotografi. Tetapi dua dari mantan rekan kerja di Bell Labs di New Jersey, Eugene Gordon dan Mike Tompsett mengatakan penghargaan itu salah.
Gordon yang bekerja di Bell Labs selama 26 tahun mengatakan paten yang ada, digunakan untuk membenarkan penghargaan. Tetapi tidak bisa mengklaim penemuan CCD untuk pencitraan.
CCD mengubah cahaya ke sejumlah besar poin gambar digital atau piksel, dalam hitungan detik. Hari ini, perangkat itu digunakan di kamera digital, camcorder dan teleskop bertenaga tinggi. Gambar menakjubkan dari Teleskop Ruang Angkasa Hubble dan Mars Rovers juga datang dari CCD.
Tapi kata Gordon, Boyle dan Smith tidak banyak berhubungan dengan terobosan ilmiah.
“Paten Smith dan Boyle adalah untuk sesuatu yang disebut CCD sebagai register geser, yang tidak menyebutkan pencitraan,” kata Gordon.
"Saya pikir mereka membuat kesalahan," kata Gordon. "Itu benar-benar salah rujukan, mereka tidak ada hubungannya dengan penemuan alat pencitraan."
”Gordon, seorang ahli fisika dari New York dengan daftar panjang paten dan penghargaan kepada namanya seharusnya akademi memberi penghargaan kepada kolega lain,” ujar Mike Tompsett, juga dari Bell Labs.
Tompsett adalah salah satu pihak yang bertanggung jawab untuk merancang dan membangun dua kamera CCD di Bell Labs, dan namanya ada pada paten untuk alat tersebut.
Gordon, CEO perusahaan perangkat medis Germgard Lighting, mengatakan ia menulis kepada komite Hadiah Nobel tapi panitia tidak melakukan apa pun.
"Banyak orang mendapatkan hadiah dan menonjol untuk hal-hal yang mereka tidak melakukannya," katanya. "Atasan sering mendapatkan kredit untuk hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan mereka."
Boyle adalah bos Gordon dan kepala laboratorium mereka pada waktu itu.
Sementara Boyle ia ingin tetap berada di luar kontroversi. "Aku benar-benar yakin bahwa komite Nobel membuat keputusan yang tepat," katanya.
"Saya dapat dengan jelas ingat George Smith dan saya mengembangkan konsep untuk CCD. Itu sangat jelas dalam pikiran saya,” ujar Boyle.
Akademi Swedia tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar karena tertutup selama musim liburan.
Tompsett mengatakan bahwa Boyle dan Smith pantas mendapatkan kredit untuk konsep asli mereka, tetapi ia bersikeras mereka menuju ke arah yang salah menyangkut pengembangan teknologi
Willard Boyle dan George Smith mendapat Nobel untuk karyanya di bidang sensor gambar yang merevolusi fotografi. Tetapi dua dari mantan rekan kerja di Bell Labs di New Jersey, Eugene Gordon dan Mike Tompsett mengatakan penghargaan itu salah.
Gordon yang bekerja di Bell Labs selama 26 tahun mengatakan paten yang ada, digunakan untuk membenarkan penghargaan. Tetapi tidak bisa mengklaim penemuan CCD untuk pencitraan.
CCD mengubah cahaya ke sejumlah besar poin gambar digital atau piksel, dalam hitungan detik. Hari ini, perangkat itu digunakan di kamera digital, camcorder dan teleskop bertenaga tinggi. Gambar menakjubkan dari Teleskop Ruang Angkasa Hubble dan Mars Rovers juga datang dari CCD.
Tapi kata Gordon, Boyle dan Smith tidak banyak berhubungan dengan terobosan ilmiah.
“Paten Smith dan Boyle adalah untuk sesuatu yang disebut CCD sebagai register geser, yang tidak menyebutkan pencitraan,” kata Gordon.
"Saya pikir mereka membuat kesalahan," kata Gordon. "Itu benar-benar salah rujukan, mereka tidak ada hubungannya dengan penemuan alat pencitraan."
”Gordon, seorang ahli fisika dari New York dengan daftar panjang paten dan penghargaan kepada namanya seharusnya akademi memberi penghargaan kepada kolega lain,” ujar Mike Tompsett, juga dari Bell Labs.
Tompsett adalah salah satu pihak yang bertanggung jawab untuk merancang dan membangun dua kamera CCD di Bell Labs, dan namanya ada pada paten untuk alat tersebut.
Gordon, CEO perusahaan perangkat medis Germgard Lighting, mengatakan ia menulis kepada komite Hadiah Nobel tapi panitia tidak melakukan apa pun.
"Banyak orang mendapatkan hadiah dan menonjol untuk hal-hal yang mereka tidak melakukannya," katanya. "Atasan sering mendapatkan kredit untuk hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan mereka."
Boyle adalah bos Gordon dan kepala laboratorium mereka pada waktu itu.
Sementara Boyle ia ingin tetap berada di luar kontroversi. "Aku benar-benar yakin bahwa komite Nobel membuat keputusan yang tepat," katanya.
"Saya dapat dengan jelas ingat George Smith dan saya mengembangkan konsep untuk CCD. Itu sangat jelas dalam pikiran saya,” ujar Boyle.
Akademi Swedia tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar karena tertutup selama musim liburan.
Tompsett mengatakan bahwa Boyle dan Smith pantas mendapatkan kredit untuk konsep asli mereka, tetapi ia bersikeras mereka menuju ke arah yang salah menyangkut pengembangan teknologi
Langganan:
Postingan (Atom)






