Selasa, 30 Maret 2010

Rabu, 24 Maret 2010

Universitas surabaya kampus hijau(Anaphalis Javanica vs Leontopodium Alpinum)?????

Pasti sudah sering mendengar nama tanaman edelweiss, atau yang sering disebut-sebut sebagai “bunga abadi”. Anaphalis Javanica lebih popular dengan sebutan edelweiss jawa (Edelweiss javanica). Pertama kali melihat tanaman ini, rasanya unik. Bunga nya kecil-kecil, cantik, dan tak pernah layu. Edelweiss merupakan family dari sunflower. Kata edelweiss berasal dari bahasa Jerman “edel” yang berarti mulia, dan “weiss” yang berarti putih.

Anaphalis Javanica merupakan tumbuhan endemic zona alpine(ngak tau wilayah mana itu)/Montana di berbagai pegunungan tinggi Nusantara. Tanaman ini dapat tumbuh dengan ketinggian 8 meter, dan memiliki batang sebesar kaki manusia(bisa gerak mungkin), walaupun pada umumnya tingginya tidak lebh dari 1 meter. Tumbuhan cantik ini sekarang dikategorikan menjadi tumbuhan langka.

Jangan salah, di Eropa pun ternyata ada juga edelweiss. Nama latin nya adalah Leontopodium Alpinum. Edelweiss jawa termasuk tanaman endemic dan langka, berbentuk semak dengan bungan yang berumpun. Sedangkan edelweiss eropa bunganya tidak berumpun. Akan tetapi dua-duanya mempunyai kesamaan yaitu sama-sama cantik.


Leontopodium Alpinum merupakan salah satu tumbuhan gunung eropa yang terkenal. Nama Leontopodium berarti cakar singa yang berasal dari bahasa Yunani “Leon” (berarti singa) dan “podion” (berarti kaki). Daun dan bunganya ditutupi bulu-bulu putih seperti wool. Tangkai bunga edelweiss dapat tumbuh dari ukuran 3-20 cm menjadi 40 cm. Masing-masing bunga terdiri dari 5-6 kepala bunga kuning kecil (5mm), dikelilingi oleh daun-daun muda menjadi bentuk bintang. Bunga ini akan berkembang antara bulan Juli-September. Tumbuhan ini penyebarannya bervariasi, akan tetapi lebih sering dijumpai di daerah berbatu dengan ketinggian 2000-2900 m.

Tumbuhan ini tidak beracun, bahkan sering dipakai dalam pengobatan tradional untuk mengobati perut dan pernafasan. Bulu-bulu tebal yang muncul merupakan adaptasi dari ketinggian tempat, dan melindungi tumbuhan dari dingin, kering, dan dari radiasi UV. Karena tumbuhan ini tumbuh di daerah yang sulit dijangkau, maka di beberapa Negara bagian alpen, tumbuhan ini dihubungkan dengan pendakian gunung.

Kamis, 18 Maret 2010

Tabur Bunga Jelang Dies Natalis Universitas Surabaya Ke-42


Viva Ubaya!.Selamat merayakan Dies Natalis yang Ke-42. Euforia kegembiraan dan rasa bangga menyambut usia yang semakin matang ini, tak membuat Ikatan Alumni (IKA) Ubaya bersama jajaran Rektorat seperti kacang yang lupa akan kulitnya. Tepat 10 Maret lalu, sehari sebelum peringatan Dies Natalis, mereka (IKA dan Rektorat Ubaya) menggelar ritual ziarah ke makam para sesepuh, mantan rektor dan ketua yayasan. Menghormati pendahulu kita menjadi kunci sebuah kesuksesan. Hal tersebut coba ditanamkan oleh IKA kepada generasi Ubaya sekarang ini.

Berkumpul di kampus Ubaya Ngagel, mereka mengawali perjalanan ziarah ini. Sahat TP Simanjuntak SH selaku ketua IKA Ubaya menuturkan, peran serta mereka dalam membesarkan nama Ubaya wajib dikenang dan diingat. “Generasi penerus harus memiliki niat dan mau berapresiasi bagi bangsa ini seperti semangat para pendahulu,” imbuh  alumni FH Ubaya yang sekarang menjadi wakil ketua FPG DPRD Provinsi Jawa Timur 2009-2014  ini.

Acara yang dibuka langsung oleh rektor Ubaya, Prof Drs ec Wibisono Hardjopranoto MS ini, setidaknya mengunjungi Taman Makam Pahlawan (TMP) di Mayjend Sungkono dan Ngagel. Prof Wibi menyampaikan, bahwa  kegiatan tabur bunga yang diadakan tiap tahun ini harus menjadi tradisi yang tak lekang dimakan waktu. “Mari kita jadikan ziarah ini menjadi semacam peringatan, bukan hanya kegiatan yang tak berarti apa pun,” tutur Prof Wibisono.

Di TMP Mayjend Sungkono. mereka mengunjungi tiga makam, salah satunya makam R Soekotjo Sastrodinoto, mantan walikota KDH tingkat II Surabaya dan juga ketua umum yayasan Ubaya yang pertama.“Semoga Ubaya menjadi universitas kota yang juga menjadi pendukung kemajuan kota Surabaya ,” papar Wibisono.  Ziarah pun dilanjutkan menuju TMP Ngagel. Disana, rombongan mengunjungi makam Prof Mr R Boedisoesetya dan Prof Mr R Soebijono Tjitrowinoto SH, rektor pertama dan kedua.

Kegiatan pun berlanjut pada pukul 12 siang dengan tasyakuran yang bertempat di gedung B kampus Ngagel. Sahat menuturkan, melalui kegiatan ini, semoga dapat menjaga nilai persaudaraan dan membangun silahturahmi yang baik dalam lingkungan Ubaya. “Kegiatan ini akan berlaku rutin tiap tahun sekalipun kepengurusan IKA telah berpindah tangan. Wajib hukumnya ziarah sehari sebelum dies natalis,” tegas pria yang tepat pada hari itu merayakan ultahnya.   Tak sekedar ramah tamah, acara ini juga diapresiasikan bagi keluarga mantan rektor, mantan ketua yayasan Ubaya, serta keluarga pencipta hymne Ubaya, (RHJ Hendro S). Tali asih yang diberikan langsung oleh rektor pada ahli waris tokoh  yang berjasa ini, menjadikan mereka masih menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perkembangan Ubaya sampai saat ini.

Referensi : http://www.ubaya.ac.id

Minggu, 14 Maret 2010

Universitas Surabaya

Universitas Surabaya Kampus Hijau
Universitas Surabaya Kampus Hijau
Universitas Surabaya Kampus Hijau
Universitas Surabaya Kampus Hijau
Universitas Surabaya Kampus Hijau

Jumat, 12 Maret 2010

Universitas surabaya kampus hijau(Tampilan Baru Friendster)

Friendster merupakan jejaring sosial yang dulu sangat meledak. Namun belakangan ini semakin menurun digilas oleh Facebook. Sejak 4 Desember 2009 tampilan Friendster dirombak lebih bergaya anak muda dalam balutan warna hijau. Serta layout-nya hampir mirip dengan Facebook.
Ada 6 menu utama yaitu Home, Profile, Friends, Photos, Gifts dan Fun. Halaman depannya (Home) berisi update status (Istilahnya shoutout di Friendster) dan dibawahnya daftar aktifitas teman.

 Login


Home


Profile


Photos


Sepertinya belum ada fitur baru yang ditambahkan. Sedangkan versi mobile masih sama tampilannya. Hanya berubah logo FS-nya saja. Tampaknya perubahan tampilan ini untuk mengget pengguna dimana saat ini masih didominasi oleh Facebook.
Jejaring sosial biasanya timbul tenggelam, saat ini Facebook yang sedang naik daun, namun siapa tahu tahun depan akan ada situs baru yang berhasil menggeser Facebook. Kita lihat saja nanti.

Universitas surabaya kampus hijau(Apel Hijau)

Tau ngak sich ? Apel hijau banyak sekali manfaatnya... Mau tau kenapa ?

Apel hijau ini mudah di cerna.Mengandung malic dan tartaric acids (asam tartarat) yang menghambat fermentasi dalam usus.Kandungan serat yang tinggi menambahkan massal,yang membantu proses pencernaan, membuat eleminasi alami dan nyaman.Mengandung pektin, serat yang larut dan mendorong pertumbuhan bakteri menguntungkan dalam saluran pencernaan.
Mengandung flavonoid,antioksidan yang dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan mencegah penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.
Apel hijau bertindak sebagai pembersih hati dan kantong empedu dan pula dapat membantu dalam melembutkan batu empedu.Dengan kadar airnya yang tinggi,bisa di buat untuk menyembuhkan demam.Di kukus dengan madu bisa bermanfaat untuk batuk kering dan menghilangkan lendir dari paru-paru.

Dari praktisi medis mengakui bahwa apel hijau yang berlimpah kuantitas pektin ini adalah membantu mengurangi kolestrol tinggi serta gula darah.Dan makanan ajaib buat orang-orang yang menderita penyakit arteri koroner dan diabetes.Buah yang popular di Amerika,Eropa dan Asia ini di katakan memiliki sifat yang merupakan otot tonik,diuretik,pencahar,antidiarrheal,antiheumatic,dan obat perut. Mengandung sumber vitamin C,potassium dan folic acid,vitamin B,zat besi,magnesium dan seng.
Hmm dan juga paling enak di buat apple pie weh...
Dokter Yunani yang di anggap sebagai bapak kedokteran,apel hijau adalah obat favoritnya.

Rabu, 10 Maret 2010

Universitas surabaya kampus hijau(KENAPA HARUS MENJAGA LINGKUNGAN )?


Bumi kita sudah tua!!!!!!! Umurnya adalah sepertiga umur langit! Yaitu kira-kira 4,56 ×10^9 tahun. (angka apaan itu??)

Karena umur bumi yang semakin tua ini, sampah-sampah yang berserakan di bumi juga semakin banyak. Contoh konkrit: Di Indonesia banyak ditemukan candi-candi. Dari sekian banyak candi tersebut, hanya sedikit yang langsung “berbentuk candi”. Kebanyakan pasti terpendam dalam tanah, dan harus digali sebelum dapat dilihat bentuk asli dari candi tersebut.
Lihatlah kata-kata “banyak, terpendam, tanah, dan digali”. Ini menunjukkan bahwa kebanyakan candi tersebut telah tertimbun oleh tanah, atau kalau menggunakan ungkapan kata lainnya adalah tertimbun oleh sampah yang telah terurai menjadi tanah.
Bayangkan kalau SAMPAH tersebut adalah sampah yang tidak bisa diuraikan menjadi tanah!!! Misalnya sampah plastik, bisa-bisa dalam beberapa tahun kedepan tanah yang kita injak ini bukanlah “TANAH”, melainkan “SAMPAH”!!!
Mau kalau kita kemana-mana berpijak SAMPAH? Yang hari demi hari dunia semakin panas, semakin rusuh, akhirnya menuju pada pikiran yang labil karena suhu sekitar yang tinggi juga mempengaruhi tingkat emosional manusia. Kalo ngga mau, ayo lah dari hal-hal yang kecil, kita mulai gaya hidup “menjaga lingkungan”.

CARA-CARA MENJAGA LINGKUNGAN
Disini bakal dibahas bagaimana menjaga lingkungan. Mulai dengan hal-hal kecil disekitar kita, agar bumi ini tidak menjadi tumpukan sampah dalam beberapa dekade kedepan.
Inilah cara-cara menjaga lingkungan, bukan saja tentang sampah, namun menjaga lingkungan secara umum (diambil dari berbagai sumber):
Untuk Sampah:
1.Jangan pakai kantong plastik untuk belanja. Bawa sendiri tas belanjan yang dapat selalu dipergunakan lagi.
2.Jangan langsung membuang botol plastik sesudah minum. Isi air lagi dan pakai kembali walaupun jangan terlalu banyak isi ulang. Kira-kira 5 kali pakai masih oke. Untuk yang biasa minum di mobil, siapkan selalu botol yang sudah diisi penuh agar tidak usah beli lagi.
3.Lebih baik lagi beli botol minum jadi bisa selalu diisi ulang dan tidak usah beli botol air mineral lagi.
4.Menanamkan kepada anak-anak untuk berperilaku “hidup bersih” sepanjang waktu dan dimana saja.
5.Membawa sampah hingga ke rumah (dielipkan ke saku) apabila tidak ada tempat sampah di sekitar. (namun biasanya selalu ada tempat sampah dimana saja). Tinggal kemauan dari diri sendiri untuk melangkah dan membuka tempat sampah lalu membuang sampah pada tempatnya.
6.Memisahkan sampah plastik, sampah daun, dan botol/kaleng pada tempatnya masing-masing. Kampanye ini kian marak dilakukan di seluruh dunia, mengingat semakin “panasnya” bumi kita oleh banyaknya sampah plastik.
7.Untuk perokok, usahakan membawa asbak yang ada penutupnya kemanapun Anda pergi. Ini penting mengingat puntung rokok terbuat dari serat yang susah terurai. (terinspirasi dari orang Jepang). Saat ini telah banyak dijual asbak tipe ini. Di Tunjungan Plaza, tepatnya di Daishou banyak dijual produk ini.
8.Saat ini banyak kerajinan-kerajinan tangan yang terbuat dari sampah (plastik terutama). Jadikan ini untuk inspirasi usaha. Semakin banyak sampah plastik yang dijadikan kerajinan tangan, maka akan mengurangi emisi sampah plastik di skitar kita.
Untuk kehidupan sehari-hari:
1.Gunakan air, listrik, bahan bakar lain seperlunya saja. Banyak cara yang dapat dilakukan, misalnya:
* Tutup rapat-rapat keran air setelah digunakan.
* Saat mencuci piring, jangan membersihkan di bawah air keran yang mengalir.
* Saat sikat gigi, gunakan segelas air untuk berkumur. Jangan membiarkan air keran terus mengalir selama menyikat gigi.
* Matikan lampu, TV, radio, atau alat elektronik lainnya saat ngga dipakai.
* Gunakan lampu neon sebagai pengganti lampu pijar. Selain lebih terang untuk jumlah pemakaian energi yang sama, lampu neon juga lebih tahan lama
* Hindari penggunaan kendaraan untuk menempuh tempat yang berjarak dekat. Biasakan jalan kaki, selain lebih sehat, polusi juga dapat dikurangi.
Kegiatan Konkrit Lainnya:
1.Menanam Pohon. Dimanapun kalau ada lahan kosong, usahakan ditanami. (tapi inget, ijin dulu sama pemilik tanah, dan jelaskan maksud penanaman itu untuk mengurangi emisi gas karbon dioksida dan lingkungan hidup)
2.Pohon apa saja yang baik untuk menyerap emisi karbon dioksida??

3.Bambu !!! Yup, bambu adalah salah satu tanaman yang mampu menyerap emisi karbon dengan tingkat yang tinggi. Hal ini dikarenakan proses fotosintesis bambu yang lebih efisien dibandingkan dengan varietas tanaman jenis lainnya.
4.Menggunakan kendaraan umum untuk bepergian. Yup! Dengan naik kendaraan umum, kita dapat mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh kendaraan pribadi kita. Hal ini juga bakalan mengurangi kepadatan, kemacetan, dan bejibunnya lalu lintas di jalan sekitar kita.
5.Selalu ikut berpartisipasi tentang Bumi Sehat, Global Warming, atau hal-hal lain yang berkaitan tentang menjaga kelestarian Bumi tempat kita berpijak ini. Entah di blog, facebook, twitter, dan lain-lain. Namun yang lebih penting adalah, tanamkan kepada diri sendiri untuk berpola hidup bersih dan sehat. Hidup bersih dan sehat adalah gayaku, hidup sehat dan bersih adalah my lifestyle. Daripada suatu saat dunia kita tiba-tiba dilanda kehancuran yang tak terduga!
6.Memakai baju dengan logo/tulisan yang intinya mengajak orang lain untuk menjaga lingkungan.
7.Melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas seperti yang Universitas Surabaya lakukan saat ini, yaitu dengan melalui blog ini…

Kesimpulan:
Bumi kita sudah tua! Harus diperlakukan secara manja layaknya orang tua! Menjaga lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, menghemat energi, menanam pepohonan adalah tugas kita semua! STOP GLOBAL WARMING, mulai dari diri sendiri dan kemudian sebarkan kepada orang-orang disekitar kita.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua dan mampu menyadarkan kita semua untuk selalu menjaga bumi kita yang semakin renta ini.
Referensi:

http://masbeken.co.cc/global-warming/bagaimana-cara-menjaga-lingkungan-kita/