Kamis, 01 April 2010

Universitas surabaya kampus hijau(Planet baru)

Baru-baru ini, para ilmuwan peneliti ruang angkasa berhasil menemukan sebuah planet baru yang kemudian disebut dengan Super Earth. Planet ini mengorbiti satu bintang dalam jarak 40 tahun cahaya. Di antara sekian banyak planet yang ada yang pernah ditemukan, planet ini merupakan planet yang paling mirip dengan bumi dan paling memungkinkan bagi manusia untuk dapat mengendus atmosfirnya.
Planet ini dinamai GJ 1214b, planet ini berukuran 2,7 kali planet bumi dengan massa sekita 6,5 kali lebih berat dari pada planet Bumi.
Berdasarkan berat jenisnya, para ilmuwan berpendapat bahwa planet ini berisi 3/4 air likuid dengan inti padat dari besi dan nikel serta atmosfer hidrogen dan helium yang mirip dengan Bumi.
Akan tetapi, dalam hal lain, Planet ini merupakan “binatang kejam yang sangat berbeda” dengan Bumi yang kita tinggali. David Charbonneau mengatakan bahwa pada dasarnya planet ini merupakan sebuah samudra yang luas. Di planet ini tidak ada satu pun benua yang mengambang di atas atau menyeruak dari air.
Selain dari pada itu, GJ 1214b lebih panas daripada bumi dan atmosfernya sepuluh kali lebih tebal dibandingkan dengan planet Bumi. Dengan demikian, hal tersebut membuat apapun sulit untuk bisa hidup sebagaimana layaknya di Bumi.
Planet ini ditemukan dengan menggunakan proyek MEarth, satu unit perangkat teleskop kecil berbasis di Bumi yang digunakan untuk mendeteksi perubahan dari menit ke menit dari kekuatan cahaya bintang-bintang merah nan redup yang disebut dengan M dwarfs (bintang cebol).

Selasa, 30 Maret 2010

Rabu, 24 Maret 2010

Universitas surabaya kampus hijau(Anaphalis Javanica vs Leontopodium Alpinum)?????

Pasti sudah sering mendengar nama tanaman edelweiss, atau yang sering disebut-sebut sebagai “bunga abadi”. Anaphalis Javanica lebih popular dengan sebutan edelweiss jawa (Edelweiss javanica). Pertama kali melihat tanaman ini, rasanya unik. Bunga nya kecil-kecil, cantik, dan tak pernah layu. Edelweiss merupakan family dari sunflower. Kata edelweiss berasal dari bahasa Jerman “edel” yang berarti mulia, dan “weiss” yang berarti putih.

Anaphalis Javanica merupakan tumbuhan endemic zona alpine(ngak tau wilayah mana itu)/Montana di berbagai pegunungan tinggi Nusantara. Tanaman ini dapat tumbuh dengan ketinggian 8 meter, dan memiliki batang sebesar kaki manusia(bisa gerak mungkin), walaupun pada umumnya tingginya tidak lebh dari 1 meter. Tumbuhan cantik ini sekarang dikategorikan menjadi tumbuhan langka.

Jangan salah, di Eropa pun ternyata ada juga edelweiss. Nama latin nya adalah Leontopodium Alpinum. Edelweiss jawa termasuk tanaman endemic dan langka, berbentuk semak dengan bungan yang berumpun. Sedangkan edelweiss eropa bunganya tidak berumpun. Akan tetapi dua-duanya mempunyai kesamaan yaitu sama-sama cantik.


Leontopodium Alpinum merupakan salah satu tumbuhan gunung eropa yang terkenal. Nama Leontopodium berarti cakar singa yang berasal dari bahasa Yunani “Leon” (berarti singa) dan “podion” (berarti kaki). Daun dan bunganya ditutupi bulu-bulu putih seperti wool. Tangkai bunga edelweiss dapat tumbuh dari ukuran 3-20 cm menjadi 40 cm. Masing-masing bunga terdiri dari 5-6 kepala bunga kuning kecil (5mm), dikelilingi oleh daun-daun muda menjadi bentuk bintang. Bunga ini akan berkembang antara bulan Juli-September. Tumbuhan ini penyebarannya bervariasi, akan tetapi lebih sering dijumpai di daerah berbatu dengan ketinggian 2000-2900 m.

Tumbuhan ini tidak beracun, bahkan sering dipakai dalam pengobatan tradional untuk mengobati perut dan pernafasan. Bulu-bulu tebal yang muncul merupakan adaptasi dari ketinggian tempat, dan melindungi tumbuhan dari dingin, kering, dan dari radiasi UV. Karena tumbuhan ini tumbuh di daerah yang sulit dijangkau, maka di beberapa Negara bagian alpen, tumbuhan ini dihubungkan dengan pendakian gunung.

Kamis, 18 Maret 2010

Tabur Bunga Jelang Dies Natalis Universitas Surabaya Ke-42


Viva Ubaya!.Selamat merayakan Dies Natalis yang Ke-42. Euforia kegembiraan dan rasa bangga menyambut usia yang semakin matang ini, tak membuat Ikatan Alumni (IKA) Ubaya bersama jajaran Rektorat seperti kacang yang lupa akan kulitnya. Tepat 10 Maret lalu, sehari sebelum peringatan Dies Natalis, mereka (IKA dan Rektorat Ubaya) menggelar ritual ziarah ke makam para sesepuh, mantan rektor dan ketua yayasan. Menghormati pendahulu kita menjadi kunci sebuah kesuksesan. Hal tersebut coba ditanamkan oleh IKA kepada generasi Ubaya sekarang ini.

Berkumpul di kampus Ubaya Ngagel, mereka mengawali perjalanan ziarah ini. Sahat TP Simanjuntak SH selaku ketua IKA Ubaya menuturkan, peran serta mereka dalam membesarkan nama Ubaya wajib dikenang dan diingat. “Generasi penerus harus memiliki niat dan mau berapresiasi bagi bangsa ini seperti semangat para pendahulu,” imbuh  alumni FH Ubaya yang sekarang menjadi wakil ketua FPG DPRD Provinsi Jawa Timur 2009-2014  ini.

Acara yang dibuka langsung oleh rektor Ubaya, Prof Drs ec Wibisono Hardjopranoto MS ini, setidaknya mengunjungi Taman Makam Pahlawan (TMP) di Mayjend Sungkono dan Ngagel. Prof Wibi menyampaikan, bahwa  kegiatan tabur bunga yang diadakan tiap tahun ini harus menjadi tradisi yang tak lekang dimakan waktu. “Mari kita jadikan ziarah ini menjadi semacam peringatan, bukan hanya kegiatan yang tak berarti apa pun,” tutur Prof Wibisono.

Di TMP Mayjend Sungkono. mereka mengunjungi tiga makam, salah satunya makam R Soekotjo Sastrodinoto, mantan walikota KDH tingkat II Surabaya dan juga ketua umum yayasan Ubaya yang pertama.“Semoga Ubaya menjadi universitas kota yang juga menjadi pendukung kemajuan kota Surabaya ,” papar Wibisono.  Ziarah pun dilanjutkan menuju TMP Ngagel. Disana, rombongan mengunjungi makam Prof Mr R Boedisoesetya dan Prof Mr R Soebijono Tjitrowinoto SH, rektor pertama dan kedua.

Kegiatan pun berlanjut pada pukul 12 siang dengan tasyakuran yang bertempat di gedung B kampus Ngagel. Sahat menuturkan, melalui kegiatan ini, semoga dapat menjaga nilai persaudaraan dan membangun silahturahmi yang baik dalam lingkungan Ubaya. “Kegiatan ini akan berlaku rutin tiap tahun sekalipun kepengurusan IKA telah berpindah tangan. Wajib hukumnya ziarah sehari sebelum dies natalis,” tegas pria yang tepat pada hari itu merayakan ultahnya.   Tak sekedar ramah tamah, acara ini juga diapresiasikan bagi keluarga mantan rektor, mantan ketua yayasan Ubaya, serta keluarga pencipta hymne Ubaya, (RHJ Hendro S). Tali asih yang diberikan langsung oleh rektor pada ahli waris tokoh  yang berjasa ini, menjadikan mereka masih menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perkembangan Ubaya sampai saat ini.

Referensi : http://www.ubaya.ac.id

Minggu, 14 Maret 2010

Universitas Surabaya

Universitas Surabaya Kampus Hijau
Universitas Surabaya Kampus Hijau
Universitas Surabaya Kampus Hijau
Universitas Surabaya Kampus Hijau
Universitas Surabaya Kampus Hijau

Jumat, 12 Maret 2010

Universitas surabaya kampus hijau(Tampilan Baru Friendster)

Friendster merupakan jejaring sosial yang dulu sangat meledak. Namun belakangan ini semakin menurun digilas oleh Facebook. Sejak 4 Desember 2009 tampilan Friendster dirombak lebih bergaya anak muda dalam balutan warna hijau. Serta layout-nya hampir mirip dengan Facebook.
Ada 6 menu utama yaitu Home, Profile, Friends, Photos, Gifts dan Fun. Halaman depannya (Home) berisi update status (Istilahnya shoutout di Friendster) dan dibawahnya daftar aktifitas teman.

 Login


Home


Profile


Photos


Sepertinya belum ada fitur baru yang ditambahkan. Sedangkan versi mobile masih sama tampilannya. Hanya berubah logo FS-nya saja. Tampaknya perubahan tampilan ini untuk mengget pengguna dimana saat ini masih didominasi oleh Facebook.
Jejaring sosial biasanya timbul tenggelam, saat ini Facebook yang sedang naik daun, namun siapa tahu tahun depan akan ada situs baru yang berhasil menggeser Facebook. Kita lihat saja nanti.

Universitas surabaya kampus hijau(Apel Hijau)

Tau ngak sich ? Apel hijau banyak sekali manfaatnya... Mau tau kenapa ?

Apel hijau ini mudah di cerna.Mengandung malic dan tartaric acids (asam tartarat) yang menghambat fermentasi dalam usus.Kandungan serat yang tinggi menambahkan massal,yang membantu proses pencernaan, membuat eleminasi alami dan nyaman.Mengandung pektin, serat yang larut dan mendorong pertumbuhan bakteri menguntungkan dalam saluran pencernaan.
Mengandung flavonoid,antioksidan yang dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan mencegah penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.
Apel hijau bertindak sebagai pembersih hati dan kantong empedu dan pula dapat membantu dalam melembutkan batu empedu.Dengan kadar airnya yang tinggi,bisa di buat untuk menyembuhkan demam.Di kukus dengan madu bisa bermanfaat untuk batuk kering dan menghilangkan lendir dari paru-paru.

Dari praktisi medis mengakui bahwa apel hijau yang berlimpah kuantitas pektin ini adalah membantu mengurangi kolestrol tinggi serta gula darah.Dan makanan ajaib buat orang-orang yang menderita penyakit arteri koroner dan diabetes.Buah yang popular di Amerika,Eropa dan Asia ini di katakan memiliki sifat yang merupakan otot tonik,diuretik,pencahar,antidiarrheal,antiheumatic,dan obat perut. Mengandung sumber vitamin C,potassium dan folic acid,vitamin B,zat besi,magnesium dan seng.
Hmm dan juga paling enak di buat apple pie weh...
Dokter Yunani yang di anggap sebagai bapak kedokteran,apel hijau adalah obat favoritnya.